Hukum Islam Yang Melarang Perjudian

Islam dengan tegas melarang perjudian dan semua aktivitas perjudian. Alasannya adalah perjudian dianggap sebagai aktivitas yang memberikan kontribusi dan mendukung praktik perjudian, baik di depan umum maupun secara pribadi. Faktanya, judi telah diartikan sebagai ekses atau maksiat dalam Islam. Karenanya, aktivitas perjudian dalam Islam dianggap dapat menular ke seluruh penjuru dunia.

Hukum Muslim tidak secara khusus menyebutkan jenis-jenis perjudian tetapi memiliki referensi khusus untuk jenis-jenis praktik yang dianggap dilarang. Ini termasuk lotere “Dhimmah”, “Rakka”, “Kebab”, “Baqarah” dan “Qadha”. Masuk ke dalam rumah judi atau ikut serta dalam permainannya dianggap dosa bagi seorang Muslim. Demikian juga, umat Islam dilarang bersentuhan dengan ruang perjudian atau dengan siapa pun yang terlibat dalam perjudian.

Terlepas dari kenyataan bahwa Islam melarang perjudian, ada sejumlah negara Muslim yang mengizinkan atau mendorong penduduk setempat untuk melakukan aktivitas semacam itu. Bahkan ada sebagian non muslim yang mendatangi rumah judi ini untuk tujuan berjudi. Untuk mendapatkan uang, non-Muslim ini menerima tawaran tersebut dengan harapan mendapatkan cukup uang untuk membayar hutang mereka atau untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Ada contoh di mana umat Islam ditekan oleh anggota komunitas mereka untuk meninggalkan rumah judi mereka jika mereka merasa bahwa perjudian dilakukan di dalam rumah. Ini karena judi dipandang sebagai cara bagi non-Muslim untuk mendapatkan uang tambahan atau menghabiskan apa yang tidak mereka miliki. Namun pada kenyataannya, orang-orang ini mungkin tidak memiliki akses ke Internet, juga tidak memiliki dana untuk dibelanjakan untuk kartu, tiket lotre, atau permainan untung-untungan.

Yang penting adalah bahwa individu harus jelas tentang aktivitas taruhan yang ingin dia lakukan dan harus mempertimbangkan dengan cermat apakah pengejaran seperti itu diizinkan dalam Islam. Berjudi adalah haram (dilarang) dalam Islam, yang terbukti dari fakta bahwa perjudian dilarang keras dalam Alquran dan Sunnah. Nabi Muhammad (SAW) pernah berkata, “Orang yang tidak berjudi di hadapan Tuhannya, seperti orang yang tidak tahu Ramadhan atau hari matahari.” Artinya, perjudian dilarang bagi semua orang beriman, dan merupakan kewajiban setiap Muslim untuk menahan diri dari aktivitas semacam itu. Jika seorang pemain Muslim ingin memainkan permainan untung-untungan, maka dia harus menahan diri dari semua permainan atau dia harus menunggu sampai permainan diizinkan.

Ada banyak contoh rumah judi yang telah meninggalkan kesan buruk bagi banyak non-Muslim. Rumah judi ini biasanya menampilkan chip berkualitas buruk, kartu dan perlengkapan permainan lainnya, serta layanan yang buruk dan pelanggan yang tidak sopan. Beberapa dari rumah-rumah ini bahkan menampilkan gadis penari dan musik, yang dianggap haram dalam Islam.

Ada banyak contoh rumah judi yang telah meninggalkan kesan buruk bagi banyak non-Muslim. Rumah judi ini biasanya menampilkan chip berkualitas buruk, kartu dan perlengkapan permainan lainnya, serta layanan yang buruk dan pelanggan yang tidak sopan. Beberapa dari rumah-rumah ini bahkan menampilkan gadis penari dan musik, yang dianggap haram dalam Islam. Beberapa pemain Muslim tidak peduli dengan hal-hal ini, tetapi yang lain menganggapnya sebagai aspek penting dari rumah judi.

Untuk memastikan rumah judi tidak menimbulkan masalah bagi pemeluknya, ada beberapa hukum Islam yang melarang mereka melakukannya. Ini termasuk: Minuman beralkohol dan daging babi adalah dua permainan terburuk untuk dimainkan, karena keduanya adalah permainan paling populer untuk dimainkan. Oleh karena itu, pemain Muslim harus tetap bermain game seperti blackjack, bakarat, atau game lain yang hanya didasarkan pada keberuntungan. Ini akan membantu mereka menjauh dari pengalaman buruk dengan rumah judi, sementara pada saat yang sama memungkinkan mereka menghasilkan uang. Hal ini dinilai sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW, karena ia menyatakan bahwa kekayaan seseorang berasal dari perbuatan baiknya (perbuatan yang sesuai dengan ajaran Islam).